skip to main |
skip to sidebar
- Ketika
masih kecil saya memiliki sebuah cita-cita, cita-cita saya ingin menjadi dokter
gigi. Tapi semua itu pupus karena orang tua saya tidak setuju, karena untuk
menjadi dokter gigi membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
- Saya pun mengubur dalam-dalam cita-cita itu.
Ketika saya duduk di bangku kelas tiga smp, saya mulai sadar bahwa hukum di
indonesia sudah tidak berjalan seperti semestinya,hukum berlaku bagi rakyat
kecil tapi tidak berlaku bagi para rakyat atas dan para pejabat.
- Karena saya sangat cinta keadilan, saya
ingin ikut menegakkan hukum di Indonesia, sejak saat itu saya ingin menjadi
Hakim, Hakim yang adil tentunya, tapi orang tua saya kembali tidak
menyetujuinya, alasannya karena takut saya nanti di tugaskan di luar kota.
-
Saat itu saya mulai bingung, tapi ketika
duduk di bangku Sma saya kembali menemukan keinginan saya, saya ingin menjadi
guru bahasa inggris, cita-cita saya itu kembali tidak di setujui oleh orangtua
saya, tapi karena keinginan saya untuk menjadi guru bahasa inggris sangat
besar. Meskipun saya tahu, kemampuan saya dalam berbahasa inggris sangat
sedikit, tapi saya tidak akan berhenti berusaha dan suatu saat nanti saya akan
membuktikan pada orangtua saya kalau saya bisa dan saya ingin membuat mereka
bahagia. I never give up J
>
0 komentar:
Posting Komentar