|
|
|
|
|
Ditinjau dari
karakteristik dan potensi obyek-obyek wisatanya, pola pengembangan
kepariwisataan di Kabupaten Bangkalan dapat dikelompokkan kedalam 3
kategori yaitu kawasan wisata alam, wisata religi, dan wisata minat
khusus/budaya. Selanjutnya pengembangan pariwisata di Kabupaten
Bangkalan ini dapat dikembangkan melalui pembentukan zona wisata, yaitu :
1. Zona Pesisir Selatan , meliputi obyek wisata yang terdapat di
Kecamatan Kwanyar, Labang dan Kamal (Pantai Rongkang , Wisata Bahari
kawasan kaki jembatan Suramadu , , Taman Satwa, Outbond area di
Kecamatan Labang)
2. Zona Kota Bangkalan , meliputi obyek wisata yang terdapat di
Kecamatan Socah , Bangkalan , dan Burneh ( Wisata pemandian Jokotole di
kecamatan Socah , Mercusuar Sembilangan di kecamatan Bangkalan , Wisata
religi Makam Syaechona Khollil di kecamatan Bangkalan , wisata sejarah
benteng belanda dan Museum Cakraningrat di kecamatan Bangkalan dan
wisata budaya pagelaran Kerapan sapi di Desa Bancaran Kecamatan
Bangkalan, serta kawasan wisata minat khusus disekitar interchange
morkepek)
Zona pesisir utara , meliputi obyek wisata di Kecamatan Arosbaya ,
Sepulu dan Tanjungbumi (Wisata budaya makam Aer mata ebuh di kecamatan
Arosbaya , wisata pantai Maneron di kecamatan Sepulu , wisata Pantai
Sereng Kemoneng di kecamatan Tanjungbumi, wisata batik Madura di
Kecamatan Tanjungbumi);Zona Gunung Geger , meliputi obyek wisata Gunung Geger yang terdapat di
Kecamatan Geger Elevasi 125m dpl dengan suhu rata-rata 28 C pada siang
hari, suhu rata-rata 24*C pada malam hari, kecepatan angin kurang lebih
10 knot, merupakan satu-satunya daerah sejuk di Kabupaten Bangkalan dan
merupakan daerah yang tertinggi di Pulau Madura. Sebuah arca yang
menyerupai Duarapala dengan memegang tongkat, terpahat pada salah satu
bagian tebing kapur.
Kemungkinan besar masih banyak peninggalan
purbakala yang belum ditemukan ataupun terkubur. Peninggalan budaya
sejarah masa lalu yang tak ternilai harganya Dua buah gua yang berada di
dekat makam RA Tunjung Sekar, dinamakan gua putra dan gua putri. Pintu
masuk kecil dan merupakan satu-satunya masuk ke gua dengan cara
membungkuk. Gua ini dibentuk dan dindingnya halus, tidak terdapat
stalaktit maupun stalakmit. Pada bagian dasar gua terdapat lobang besar
dan lebih menyerupai sebuah bentuk makam. |
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar